Naskah Drama, Contoh Naskah

CERA’ KALABBIRANG II
                                                                         KARYA : ANSAR SAAD

Kisah ini berawal dari seorang pemuda yang di asingkan dari kampung halamannya karena sebuah fitnah, untuk membersihkan nama baiknya, dia pun memutuskan untuk mengembara.
I
Hari mulai gelap, kakinya mulai letih setelah seharian berjalan. Hingga tubuhnya nampak lemas. Maka pemuda itu pun langsung menghentikan langkahnya dan langsung berbaring.
II
Tiba-tiba dia terbangun oleh silau cahaya. Seorang laki-laki tua berdiri di sampingnya. Pemuda itu tersadar dan dia sekarang berada di sebuah gubuk kecil.
Orang tua : selamat datang di dunia kami wahai anak muda
Ananda : dimana aku, mengapa ada di tempat seperti ini.Dan siapa kamu..?
Orang tua : tenang, kau aman di tempatku.saya akan membantumu. karena saya tahu masalahmu anak muda, kamu di usir dari kampung halamanmu. Kau dituduh membawa lari seorang wanita. Dan itu merupakan suatu pelanggaran. Seharusnya kamu di hukum. Tapi kamu lebih memilih untuk meninggalkan kampung halamanmu.
                                                                    Baca Juga : referensi teater

Ananda : dari mana kamu tahu semua itu.
Orang tua : semua itu tidak penting, itulah mengapa saya membawamu kesini. Hmm. Saya punya tawaran untuk kamu. Dan itu bagian dari tugas saya. Kalau kamu ingin menebus kesalahanmu. Maka tebarkanlah kebaikan dan tegakkan keadilan dimanapun kamu berada dengan ikhlas. Bagaimana !.
Ananda : bagaimana saya melakukannya..??
Orang tua : oh itu gampang. Diseberang sana terdapat sebuah pemukiman. Mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri.perang antar kelompok, saling merampas, bahkan persengketaan dikalangan mereka sendiri. Mereka butuh sebuah pencerahan, tetapi Tak ada lagi yang mampu menegakkan kebenaran.tak ada lagi yang peduli terhadap sesamanya. pemimpinnya pun tak peduli tentang hal itu. Akibatnya setiap masalah mereka selesaikan dengan kekerasan. Kalau kau bersedia, Pergilah kesana. Oya. Satu hal lagi.
Pakailah pakaian ini ( barocci, passapu’ dan satu buah badik ), tampakkan kewibawaanmu. Maka mereka akan menghormatimu.
Ananda : untuk apa semua ini,
Orang tua : kalau kamu ingin berhasil disuatu tempat, ada tiga hal yang harus kamu tahu. Yaitu : cappa lila, cappa badik dan cappa gajang. Bermakna kecerdasan, keberanian dan kejantanan atau perkawinan. Tapi dalam perjalananmu ini, kamu jangan  gunakan yang terakhir.dan hindari hal yang mengarah kepadanya. Itu salah satu tantangan untuk kamu.
Ananda : aku mengerti, saya akan menjaga amanah ini. Kalau begitu, isinka aku pergi.
Ananda pun pergi melanjutkan perjalanannya.\

III
Maka tibalah ananda di kampung itu, dia terus berjalan. hingga dari jauh dia melihat dua orang bersengketa. Walaupun ada pihak ketiga yang berusaha mengatur damai namun hal itu tidak terselesaikan.
petani : saya menuntut ganti rugi karena tanaman saya di rusak oleh kambingnya.
Pihak tengah : wahai pengembala, apa benar apa yang dia katakan ?
Pengembala : iya betul, apa boleh buat, saya kan tidak sengaja melakukannya. Dia sendiri yang tidak menjaga tanamannya.
Petani : hei, kamu yang tidak menjaga kambing
Pihak tengah : sudah, kalau begitu, serahkan semua kambingmu kepadanya sebagai ganti rugi.
Pengembala : hei, kau tahu apa? Jangan ikut  campur. Saya tidak terima dengan keputusanmu itu. Kambing itu satu-satunya warisan dari orang tuaku. Mana mungkin aku memberikannya. Kalau begitu lebih baik kita selesaikan secara jantan.
Pengembala hendak menyerang, tiba-tiba ananda menghampiri mereka.
Ananda : tunggu, jangan sampai ada lagi pertumpaahan darah di antara kalian. Hanya karena salah mengambil keputusan. Tidakkah kalian bosan melihat kekacauan setiap hari. Seberapa banyak kalian membuat kerusakan di muka bumi ini. Kalau begitu, maaf, isinkan saya menyelesaikan perkara ini.
Mereka terdiam menaruh hormat kepada ananda
Ananda : begini.kambing itu diserahkan kepada pemilik tanaman dalam jangka waktu tertentu dan hasilnya bisa diambil dan dimanfaatkan dan pemilik kambing harus mengganti tanaman yang rusak. Setelah itu, dikembalikan kepada masing-masing pemiliknya.
Mendengar keputusan itu, mereka pun puas. Anada pun hendak pergi
Pihak tengah : wahai anak muda, nampaknya anda terburu-buru, kalau boleh tahu, siapa anda sebenarnya, dari mana anda berasal.
Ananda : saya seorang pengembara yang berjalan mencari setitik cahaya.
Pihak tengah : kalau begitu, tinggallah disini, kami akan mengangkat anda pemimpin kami.
Ananda : maaf, itu bukan tujuan saya, saya mengembara hanya ingin menebarkan kebaikan kepada sesama. Maaf saya harus pergi, masih banyak hal yang harus saya lakukan.
Ananda pun pergi.

IV
Ananda melanjutka perjalanannya, dari kejauhan dia mendengar suara wanita yang beradu mulut memperebutkan seorang bayi
Wanita 1 L: ( mengendong bayi) lepaskan, ini anakku mengapa kamu mau mengambilnya.
Wanita 2 : ( memegang bayi itu hendak mengambilnya ) tidak, ini anak saya. Kamu yang mengambilnya dariku. Kembalikan padaku.
Wanita 1 : apa maksudmu, saya yang melahirkannya, kamu datang hendak mengambilnya.
Wanita 2 ; kamu yang mencuri bayiku. dan Membawanya kemana-mana agar orang kasihan padamu, lalu mengambil keuntungan darinya. Itu kan.??.
Ananda pun menghampirinya.
Ananda : pantaskah orang yang masih mempunyai hati  memisahkan ibu dan anak seperti ini. Tidakkah kalian berfikir betapa sakitnya kehilangan orang yang kita sayangi. Apalagi dipisahkan dengan cara seperti ini.
Wanita 2 : hei, siapa kamu. Jangan ikut campur dengan urusan   kami.
Wanita 1 : tolong, itu anak saya, dia tiba-tiba saja datang mengambilnya
Wanita 2 : kamu bohong, ini anak saya, saya sudah menggendongnya. Jadi saya berhak atas bayi ini.
Ananda : baiklah kalau begitu, ( ananda mencabut badiknya)berikan bayi itu padaku. Akan kubelah menjadi dua bagian, agar kalian mendapat masing-masing sebelah bagian.
Wanita 2 : jangan. Jangan lakukan itu. Ampuni saya. Ini memang bukan bayi saya. Ambil bayinya. Saya tidak mau menanggung sebuah kesalahan besar. Jangan hukum saya. Biarkan saya pergi...
Wanita itu menyerahkan kembali bayinya, lalu pergi
Ananda : maaf, saya harus pergi. Masih banyak hal yang harus saya selesaikan
Wanita 1 : terima kasih atas bantuannya. Semoga kamu dibalas dengan kebaikan pula.

V
Ananda terus berjalan. Dari jauh seorang wanita cantik dan anggun berlari-lari sambil menari dengan gembira. Ananda penasaran dengan wanita itu dan menghampirinya. Tak sengaja mereka bertatapan mata. Wanita itu tersipu malu dan pergi menjauh. Saat itu juga ananda mempunyai perasaan kepadanya. Karena pensaran, ananda mengikuti wanita itu.


Sebuah daerah yang yang dipimpin oleh seorang karaeng yang terkenal garang dan disegani. Keperkasaannya dikenal dan ditakuti di luar daerah kekuasaannya. Namun tidak berdampak didalam wilayah kekuasaanya. Tetap saja banyak masalah dan penindasan oleh rakyatnya sendiri belum bisa diatasi.
Pengawal 1 : tabe’ kareng, banyak tindak kejahatan di wilayah kita. Mereka saling menindas antar kelompok. Bagaimana ini. Apa yang harus kita lakukan.
Karaeng lompo : sudah banyak upaya yang saya sudah lakukan.harus apa lagi. Ah. Aku tidak tahu entah apa yang mereka inginkan.
Pengawal 1 : mereka menuntut keadilan, bahkan saya mendengar ada kelompok yang ingin memisahkan diri dan membentuk wilayah sendiri. Banayk persoalan yang keputusannya tidak memuaskan diantara mereka. Akibatnya mereka menyelesaikannya dengan kekerasan bagaimana ini..
Karaeng lompo : baiklah, kalau itu mau mereka. Kita harus bertindak lebih keras dari mereka. Kita bantai orang-orang yang tidak mau tunduk di hadapanku.
            Masuk pengawal 11
Pengawal 11 : tabe’ kareng, ada orang yang ingin bertemu dengan karaeng. Dilihat dari penampilannya, tampaknya dia dari keluarga terhormat.
Karaeng lompo : baiklah, suruh dia masuk
            Ananda pun masuk
Rupanya ada tamu terhormat. Selamat datang. Silahkan duduk.
Oya, Dari mana anda berasal dan apa maksud kedatangan anda kesini.
Ananda : saya seorang pengembara yang ingin menebarkan kebaikan terhadap sesama. Dan saya kesini dengan maksud berbuat baik. Yaitu ingin melamar putri karaeng.
Karaeng lompo : oh.. ternyata seorang pengembara. Dengan nyali yang besar lancang berkata seperti itu.kamu datang hanya untuk itu ?. kamu jangan menambah masalah di wilayah ini. Hahahaa....oya Apa kehebantanmu anak muda ?ha. hanya seorang berandalan hendak melamar bidadari. Setelah itu kau pergi meninggalkannya dalam keadaan layu. Begitu maksudmu kan.?.
Ananda : tidak karaeng, saya tidak bermaksud seperti itu. Saya terpesona  melihatnya. Hingga saya sadar bahwa hidup ini butuh pendampaing.
Karaeng lompo : hahahaha... kau seorang pengembara. Tidak jelas asal-usulmu. Bahkan tujuan sebenarnya kamu mengembara  mungkin sudah lupa, atau untuk apa mengembara.
Sampai darah tertumpah dianatara kita pun aku tdk akan merestuinya. Lagi pula mana mungkin kau dapat menaklukkanku hanya seorang diri. Hahaha.. pergilah dari sini..
Ananda : ternyata karaeng membedakan manusia dari kasta dan keturunan. Baiklah kalau begitu. Saya akan kembali untuk menaklukkanmu.
            Ananda pun pergi
Karaeng lompo : hahahahha....

VII
Di kegelapan malam. Terdengar suara
“ wahai kalian, masih pantaskah kalian tunduk pada seorang yang menzalimi kalian. Yang tak pernah peduli masalah kalian. Yang bertahta dengan tangan besinya.
Kini aku datang menuntunmu menegakkan keadilan. Datanglah kepadaku. akulah pemimpin kalian yang sebenarnya. Hahahahaa.......”
            Orang-orang pun datang dari segala arah denga kebingungan. Tiba-tiba cahaya terang dihapan mereka. Seorang laki-laki berdiri tegak di tempat yang tinggi mengangkat badik. Orang-orang pun berlutut dihadapannya.
Dari arah samping. Muncul laki-laki tua.
Orang tua : mengapa kau lakukan ini. Kau telah menghianati amanahmu, apa kau sudah lupa janjimu. kau manfaatkan mereka hanya untuk kepentinganmu saja. Kau tak ada bedanya dengan orang di luar sana. Jangan sekali-kali lakukan hal ini. Kau akan menyesal. Selamanya.. hahahaa.......
            Orang tua itu menghilang...
Ananda : diam kamu orang tua. Kau tak pantas menasehatiku lagi. Ini sudah menjadi keputusan saya.
Orang tua : hahhahahhhaa... kau akan menyesal. Hahahaa. Menyesalll.....
Suara itu perlahan mengilang.
VIII
Terjadilah peperangan antara  pengikut karaeng lompo dengan pengikut ananda. Pasukan karaeng lompo kalah dan akhirnya ananda dan karaeng lompo berhadapan. Terjadilah perkelahian antara keduanya. Sebuah tombak mengarah ke karaeng lompo. Tiba- tiba
Gadis : tidak... ( wanita itu berlari menghalangi ananda dan melindungi ayahnya )
Tombak itu menusuk perut wanita itu dan tembus mengenai karaeng lompo. Dan mereka pun tewas seketika. Ananda pun baru sadar bahwa dia melanggar janjinya kepada orang tua itu. Karena terpedaya oleh wanita itu.
Ananda :  tidak... tidak mungkin mengapa saya melakukan ini. Apa arti semua ini tanpa kamu.Aku menyesal...
tidak................................................................................

SEKIAN






Komentar