Essay : "itukah bintang yang diimpikan ?"

Itukah bintang yang diimpikan ?
Ancha phutera
                jika bicara tentang bintang, maka semua orang memandang ke langit. Bersinar, berkedip-kedip, dan jumlahnya banyak bertebaran di atas langit pada di malam hari. Bintang itu walaupun kecil, tetapi banyak orang yang menyanjunginya. Bahkan di jadikan suatu  analogikan sebagai suatu keinginan,  cita-cita dan kesuksesan.
“berjuta bintang di langit hanya satu yamg paling terang “
Aku juga teringat sejak duduk di bangku sekolah dasar, ketika guru saya mengatakan
“gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit, dan terbanglah untuk menggapainya”
Aku terkadang bertanya-tanya. Mengapa bintang di jadikan sebuah acuan untuk meraih masa depan.
Angan-anganku pun berkata mungkin karena masa depan yang tak pasti dan sulit itu sepert hali kita harus terbang mengapai bintang itu. Atau apalah.
Namun ketika kata itu di agungkan ke telinga para penuntut ilmu, maka semangatnya pun membara untuk terus belajar agar kelak dia bisa meraih sebuah kesuksesan, bagaimanapun caranya.
Dengan semangat itu, maka dimanfaatkanlah oleh segelintir orang atau instansi yang berlomba menawarkan jaminan pendidikan dengan output yang siap kerja dan mengembangkan karirnya. sesuai keinginan para penuntut ilmu, dengan mengandalkan intelektual tanpa memperhatikan aspek spritualnya. Hingga akhirnya melahirkan kaum yang hedonis, individualis.

                Saat ini, banyak orang yang sudah termakan tentang sebuah kesuksesan hidup. Mereka menganggap, orang dikatakan berhasil ketika apa yang di cita-citanya dapat terwujud, memegang jabatan, menjadi orang terkenal, dengan mengejar sebuah kesenangan hidup.
Maka tidak heran di kekinian. Banyak orang yang berlomba-lomba ingin jadi kaya, memegang jabatan, mencari pangkat dan kedudukan dengan cara-cara yang tidak wajar. Yang akhirnya korupsi terjadi di mana-mana, kasus suap kini telah membudaya.  Hingga lahirlah istilah “orang kaya semakin kaya, dan orang miskin biarkan saja melarat.”
Bahkan orang yang sudah diatas pun belum puas dengan apa yang dimilikinya.
Aahhh… lalu, bagaimana sebenarnya kesuksesan itu…., seperti itukah bintang yang diiming-iming oleh para penjajah yang menancapkan ide kapitalismenya ?
Bukankah bintang itu indah dan menyejukkan bila di pandang !, tapi nyatanya bintang yang di janjikan tak ubahnya hanyalah meteor yang akan menghancurkan negeri ini.  

Lalu, bagaimanakah kesuksesan itu.! 

Komentar