I
1.
Perkembangan sejarah
drama di dunia adalah pada zaman yunani kuno, dimana kultus dyonesos. Pada
waktu itu, drama dikaitkan dngan penyembahan kepada dewa, dan disebut tragedi.
Kemudian tragedi mendapat makna lain, yaitu perjuangan manusia melawan nasib. Kemudian
pada zaman romawi, teater mengambil alih gaya teater yunani. Mula-mula bersifat
religius, lama-kelamaan bersifat mencari uang,
2.
Tokoh drama yang
terkenal pada zaman yunani, yaitu
a. Plato
b. Aristoteles
c. Sopocles.
Zaman romawi
a. Plutus
b. Terence
atau Publius Terence Afer
c. Lucius
Seneca
3.
Sejarah abad
pertengahan dipengaruhi oleh gereja katolik. Setiap pementasan yang dilakukan
umat katolik senantiasa menggunakan nyanyian bersama (koor). Dalamm pementasan,
ada nyanyian yang dilagukan oleh para rahib. Kemudian ada pagelaran “pasio” seperti yang
sering dilaksanakan di gereja menjelang upacara paskah sampai saat ini.
a. Zaman
italia, tokohnya antara lain dante, Torquato Tasso dan Niccolo Machiavelli.
b. Zaman
elizabeth, tokohnya William Shakespeare.
c. Perancis
(Moliere dan Neoklasikisme), tokohnya antara lain Pierre Corneille, jean
raccine, Moliere, Jean baptista Poquelin dan lainnya. Klik di Sini
d. Jerman
(zaman romantik), tokohnya antara lainGotd. Hol ephraim lessing, Wolfgang von
Goethe, christhop friedrich von
schiller.
4.
Perkembanga teater saat
ini sangat baik dan mengalami kemajuan
Terutama di indonesia. Teater berkembang sesuai dengan adat dan
kebudayaan setiap daerah. Maka dengan banyaknya perkumpulan-perkumpulan teater,
maka masyarakat sudah banyak mengenal teater itu sendiri.
5.
Perkembangan drama dan
teater di indonesia antara lain:
a. Teater
tradisional, yaitu teater yang berkembang di kalangan rakyat yang sifatnya
supel, artinya dipentaskan disembarang tempat. Seperti :
·
Teater rakyat, yaitu
improvisasi sederhana, spontan dan menyatu dengan kehidupan rakyat.
·
Teater klasik, artinya
segala sesuatunya sudah teratur, pelakunya yang terlatih, gedung pertunjukan
yang memadai dan tidak lagi menyatu dengan kehidupan rakyat.
·
Teater transisi
merupakan teater yang bersumber dari teater tradisional, tetapi gaya
penyajiannya sudah dipengaruhi oleh teater barat.
b. Abdul
muluk , cirinya tidak lagi bersifat improvisasi, tidak lagi mengandalkan segi
tari dan lagu, sruktur lakonnya tidak lagi statis, tetapi di sesuaikan denga
perkembangan lakon atau cerita sastra.
c. Komedi
stambul uyanmg didirikan oleh August Mahieu yang menampilkan lagu-lagu melayu.
d. Zaman
kemajuan dunia teater
a. Bengkel
teater rendra, teater populer, teater kecil, teater koma, teater mandiri dan
lainnya.
6.
Teater yang ada di
kampus sudah berkembang dan dikenal
dengan didirikannya lembaga seni kampus
baik intra maupun ekstra serta adanya mata kuliah tertentu dalam bidang
seni tater.yang anggotanya dari kalangan mahasiswa itu sendiri.
7.
Bentuk-bentuk drama
a. Drama
puisi, yaitu drama yang sebagian besar cakapnnya disusun dalam bentuk puisi
atau menngunakan unsur-unsur puisi
b. Drama
prosa, yaitu drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa.
8.
Jenis-jenis drama
berdasarkan isi kandungan cerita
a. Drama
komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan
b. Drama
tragedi, yaitu drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan
c. Drama
tragedi komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucu
d. Opera
adalah drama yang mengandung musik dan nyayian
e. Lelucon/dagelan
adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa
penonton.
f. Operet/
operette adalah opera yang ceritanya lebih pendek
g. Pantomim
adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan
h. Tablau
adalah drama yag mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh
dan mimik wajah pelakunya.
i.
Passie adalah drama
yang mengandung unsur agama/religius.
j.
Wayang adalah drama
yang pemainnya adalah boneka wayang.
9.
Jenis drama yang pernah
say tonton adalah drama komedi, tragedi, pantomim.
Serta yang pernah saya
mainkan ialah passie. Yaitu drama yang mengandung unsur agama/ religius.
10.
Fungsi drama yaitu:
a. Meningkatkan
pemahaman kita terhadap fenomena dan kejadian-kejadian yang sering kita
saksikan dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
b. Mempertajam
kepekaan emosi dan kesabaran
c. Pengembangan
ujaran dan kecakapan dalam berbicara
d. Apresiasi
dramatik yaitu pemahaman kita dalam menilai sebuah drama
e. Menyalurkan
hobi.
II
1. Drama
dikatakan karya sastra karena drama memiliki nilai estetis serta ide ceritanya
juga dapat berupa fiksi dan non fiksi, memiliki alur dan penyajiaanya pun
menggunakan bahasa yang indah dan juga dapat menghibur.
2. Perbedaan
drama dan teks sastra lainnya yaitu:
a. Teks
sastra berupa novel melibatkan tokoh-tokoh dengan kombinasi antara dialog dan
narasi. Sementara teks drama yang lebih mendominasi adalah dialog.
b. Teks
drama menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan tikaian dan emosi lewat
lakuan dan dialog. Sedangkan tekas
sastra lainnya dpat dipahami dengan penggambaran narasi yang terdapat
didalamnya.
3. Unsur yang terkandung dalam naskah sastra
a. Fisik,
antara lain : judul, dialog,autodirection,adegan, babak.
b. Psikis,
antara lain: tema, plot/alur cerita,
4. Bahan
dalam penulisan drama
a. Tokoh,
karena dalam dramaa di perlukan suatu
karakter seorang tokoh untuk menghidupkan cerita dalam drama tersebut
b. Situasi/
latar, karena setiap lakon dalam drama merupakan rentetan situasi, dimulai dari
situasi yang berubah dan berkembang
selama action terlaksana
c. Tema/
topik, karena merupakan ide pokok dari suaatu drama untuk menyampaikan
keinginan pengarang kepada penonton.
5. Bagian
dari permainan drama menurut Dietrick :
a. Eksposition:
permulaan, pengenalan, bagian permainan yang mana situasi awal dijelaskan.
Waktu, tempat, aspek sosial dan psikologi diatur.
b. Complication: sewaktu keseimbangan kekuatan
telah terganggu oleh datangnya action
c. Climax:
poin tertinggi yang mengemparkan drama, dimana tokoh protagonis dan tokoh
antagonis melibatkan diri memcahkan kesulitan mereka.
d. Resolution:
titik turun setelah klimaks berakhir, tetapi mungkin bisa naik lagi.
e. Conclusion:
kesimpulan akhir/ tahap penyelesaian cerita.
6. Teknik
mengolah drama
a. Fact
and fictionalization yaitu memadukan kenyataan dan rekaan seperti: penentuan
tema, yang bisa diangkat menjadi fokus cerita,
b. daftar kata acak, yakni tidak usah
mengikuti aturan bahasa yang formal.
c. main
character in musical, dalam drama banyak karakter atau sikap yang harus
dimunculkan agar pesan yang akan disampaikan kepada penonton da[at diterima.
d. mengubah
cerita ke dalam bentuk drama.
7.
8. tahapan yang terdapat dalam alur permaian drama menurut Montage dan Henshaw :
·
Exposition, inciting
force, yaitu timbuknya kekuatan,
kehendak maupun perilaku yang bertentangan dengan pelaku.
·
Ricing action, situasi
panas karena perilaku-perilaku dalam cerita mulaI berkonflik.
·
Crisis, situasi semakin
panas dan para pelaku sudah diberi gambaran nasib oleh pengarangnya.
·
Climax, puncak
tertinggi dalam serangkaian puncak tempat kekuaatan-kekuatan dalam konflik
mencapai intensifikasi yang tertinggi.
·
Falling action, kadar
konflik yang mulai menurun,sehingga
ketegangan dalam cerita sudah mulai mereda sampai menuju tahap berikutnya.
·
Conclusion.
9. cara menerapkan fact and fictionalization.
1). Jalan cerita dan nama tokoh diganti. 2). Karakter dan penampilan tokoh disesuaikan
dengan fakta dalam kenyataan. 3). Bahasa
disesuaikan dengan latar belakang tokoh masing-masing. 4). Pilih gaya penuturan yang s esuai dengan
tema cerita dan potensi pemain.
10. contoh dialog drama:
Ananda: “saya datang kesini dengan maksud melamar
anak bapak”.
Kr tinggi : “ hahaha...., berani juga kamu datang kesini, memangnya kamu
siapa ?,
Ananda : “ maksud karaeng apa?, saya dengan karaeng lebong saling mencintai,
dan saya sudah berjanji untuk melamarnya, untuk itulah saya datang kesini”
Kr tinggi : “ hei, seharusnya kamu sadar nak, apa
kata orang-orang kalau hal ini terjadi, kamu tidak pantas untuk anakku”. Keluarga
kami keturunan karaeng sedangkan kamu apa, kamu hanya orang biasa, dan bapakmu
itu pekerjaku.”
III
1. Ciri-ciri
aktor yang baik adalah seorang seniman yang mampu memanfaatkan potensi dirinya
seperti potensi tubuh, potensi akal, potensi akal, potensi hati, imajinasi,
vokal dan potensi jiwa.
2. Teknik
pemilihan peran.
a. Casting
by bility: pemilihan peran berdasarkan kecakapan atau kemahiran yang sama atau mendekati peran
yang dibawakan.
b. Castiing
to type: pemilihan peran berdasarkan berdasarkan atas kecocokan fisik si
pemain.
c. Anty
tipe casting: pemilihan peran bertentangan dengan ciri fisik dan watak yang
dibawakan.
d. Casting
to emotional temperament : pemilihan peran berdasarkan observasi kehidupan
calon pemain.
e. Therapeutic
casting: pemilihan peran dengan maksud untuk penyembuhan terhadap
ketidakseimbangan psikologis dalam diri seseorang.
3.
a.
Pementasan drama adalah hasil perwujudan dari naskah yang dimainkan, dan
terwujud pada saat dimulai hingga
selesainya naskah tersebut dimainkan.
b. Dramatisasi
drama merupakan sebuah perilaku memahami dan mengeksplorasi naskah secara
sungguh-sungguh, kemudianmembuat rencana untuk mementaskan naskah tersebut.
4. Unsur-unsur
pementasan drama
a. Naskah
drama
b. Sutradara
c. Pemeran
d. Panggung
e. Cahaya
f. Bunyi
(sound effect)
g. Pakaian
h. Rias
i.
Penonton.
5. Tugas
dan kewenangan tim pementasan
a. Sutradara,
pimpinan pementasan yang mengatur akting para aktor, dan mengatur kru lainnyadalam
mendukung pementasan.
b. Penulis
naskah, biasanya dalam perencanaan
akting penulis naskah hanya diminta sebagai komentator.
c. Penata
panggung, mewujudkian latar (setting panggung) seperti yang diinginkan
sutradara.
d. Penata
cahaya, merencanakan sekaligus memainkan pencahayaan pada saat pementasan untuk
mendukung penciptaan suasana latar panggung.
e. Penata
rias dan busana, mewujudkan rias dan kostum para aktor sesuai dengan karakter
tokoh yang dituntut dala naskah.
f. Penata
cahaya, mewujudkan sound efek yang mendukung pementasan
g. Aktor,
memerankan tokoh yang ditugaskan oleh sutradara.
6. Teknik
bermain peran
a. Teknik
pemunculan, (the technique of entrance) berkaitan dengan kesan dan daya tarik
pemain ketika masuk kedalam pentas (playing area).pemain harus memiliki
penguasaan diri yang telah siap untuk memberikan kesan kepada penononton
tentang watak yang di mainkan,penonjolan figur watak dan pembawaan postur yang
menarik.
b. Teknik
memberi isi (the technique of phrasing)berkaitan kemampuan seorang pemain
menciptakan segala gerak dan dialog
menjadi berbobot.sebagus-bagus dialog dalam sebuah naskahdrama,akan menjadi
tidak berarti jika di ucapkan pemain dengan tidak benar,dan tidak di isi dengan
penghayatan yang hidup.Secara teknik memberi isi adalah cara untuk menonjolkan
emosi dan pikiran di balik kalimat-kalimat yang di ucapkan dan di balik
perbuatan-perbuatan yang dilakukan pemain.Terdapat tiga macam cara memberi
tekanan pada isi kalimat,yaitu tekanan dinamik,tekanan nada,dan tekanan tempo.
c. Teknik
pengembangan berkaitan dengan kemampuan pemain mengembangkan dialog dan gerakan
(laku).Hal ini penting supaya pementasan
berjalan tidak datar,dan dapat memikat penonton.
d. Teknik
pengembangan dapat ci capai dengan menggunakan pengucapan dan posisi tubuh.teknik
pengembangan dengan mengucapkan dapat dicapai denga,1)menaikan volume
suara,2)menaikan tinggi nada suara,3)menaikan kecepatan tempo
suara,4)mengurangi volume,tinggi nada,dan kecepatan tempo suara.Teknik
pengembangan dengan posisi tubuh dapat di capai dengan 1)menaikan tingkatan
posisi tubuh,2)berpaling,3)berpindah tempat, 4)menggerakan anggota badan,dan
5)dan memainkan air muka.
e. Teknik
membina puncak berkaitan dengan kemampuan pemain mengatur emosi,dialog,dan
gerak.Ketika menjalani puncak-puncak awal pembangun konflik.Kebehasilan
perjalnan itu merupakan bekal baik untuk mencapai puncak(klimaks) yang di inginkan dalam satu pementasan. Terdapat
beberapa teknik untuk membina kearah puncak, yaitu 1) menahan arus perasaan, 2)
menahan reaksi terhadap alur cerita, 3) teknik gabungan, 4) teknik kelompok
bermain.
f. Teknik
timing berkaitan dengan kemampuan pemain mengatur cepat lambatnya waktu antara
gerakan jasmani (laku) dan suara (vokal) yang di ucapkan pemain. Teknik timing
memiliki efek khusus. Teknik ini dapat dipakai untuk memberi tekanan atau
menghilangkan tekanan. Di samping itu, dapat juga untuk menjelaskan suatu
perbuatan.
g. Tempo
dan irama berkaitan dengan penggarapan waktu dalam peramain. Cara seorang
pemain bermain dengan tempo yang tepat adalah (1) mengahayati peran dan jalan
cerita serta (2) menyadari tenik beramain. Irama yang dimainkan pemain harus
sesuai dengan watak tokoh yang diperankan. Irama yang tepat akan mengikat
penonton berlama-lama menonton teater. Gabungan yang kreatif antara tempo dan
irama menghasilkan “daya pikat panggung”.
7. Yang
harus di perhatikan ketika mendapat peran dalam drama yaitu :
a. Kreasi
yang dilakukan oleh aktor atau aktris.
b. Peran
yang dibawakan harus bersifat alamiah dan wajar.
c. Peran
yang dibawakan harus sesuai dengan tipe, gaya, jiwa, dan tujuan dari
pementasan.
d. Peran
yang dibawakan harus sesuai dengan periode tertentu dan watak yang harus
direpresenatasikan.
8. Irama
sangat penting dalam sebuah pentas drama kerana irama dapat mengikat penonton
berlama-lama dalam menonton darama atau teater.
9. Istilah
penting yang terdapat dalam sebuah drama yaitu :
a. Epilog
yang merupakan kata penutup yang mengakhiri pementasan.
b. Babak
merupakan bagian dari lakon drama.
c. Mimik
pertanda ekspresi garak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukan emosi yang di
alami pemain.
d. Dialog
adalah percakapan para pemain.
e. Prolog
kata pendahuluan dalam lakon drama.
f. Monolog
adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri.
g. Adegan
bagian dari babak.
10. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam mengpresiasi pementasan drama yaitu :
a. Peran
tokoh dalam pementasasn drama
b. Menetukan
konflik dengan menunjukan data yang mendukung
c. Latar
dan peran latar.
d. Tema
drama.
e. Pesan
dengan data yang mendukung.
f. Mengaitkan
isi drama dengan kehidupan sehari-sehari.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar